HEADLINE NEWS

Kronologi Lengkap Insiden Driver Ojol Tewas Tertabrak Rantis Brimob Saat Demo DPR


ElangID 
– Jakarta, 29 Agustus 2025 – Insiden tragis yang menewaskan seorang driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21 tahun) di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi sorotan nasional. 

Kejadian yang terjadi pada Kamis malam (28/8/2025) ini bermula dari demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan gaji anggota DPR RI, yang berujung kericuhan antara massa aksi dan aparat kepolisian. 

Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat mobil taktis (rantis) Brimob jenis Baracuda menabrak dan melindas Affan, yang saat itu sedang menjalankan tugas antar pesanan. 

Kematian Affan tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sesama driver ojol, tetapi juga memicu kemarahan publik terhadap penanganan demonstrasi yang dianggap berlebihan.

Latar Belakang Demonstrasi

Demonstrasi tersebut digelar oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, dan komunitas ojol, yang menuntut pemerintah membatalkan rencana kenaikan gaji DPR sebesar 8,88 persen. Aksi dimulai sejak pagi hari di sekitar Gedung DPR RI di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Ribuan peserta memadati jalanan, membawa spanduk dan orasi yang kritis terhadap kebijakan tersebut. Namun, situasi mulai memanas sekitar pukul 17.00 WIB ketika massa berusaha menerobos barikade polisi. 

Aparat Brimob dan Polantas dikerahkan untuk mengamankan lokasi, termasuk menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan kerumunan. 

Kericuhan meluas ke wilayah sekitar, seperti Slipi, Tanah Abang, dan Pejompongan, menyebabkan kemacetan parah dan lumpuhnya jalur kereta api KRL Tanah Abang-Palmerah.

Kronologi Kejadian

Kronologi lengkap insiden dimulai sekitar pukul 18.30-19.00 WIB di Jalan Penjernihan I, dekat SPBU Pejompongan. Saat itu, massa demonstran masih berhamburan menghindari pemukulan mundur dari polisi. Affan Kurniawan, warga Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang lahir pada 18 Juli 2004, sedang menjalankan pekerjaannya sebagai mitra driver Gojek. 

Menurut rekan-rekannya, Affan baru saja menerima orderan untuk mengantarkan pesanan ke kawasan Bendungan Hilir (Benhil). Ia tidak terlibat dalam demonstrasi, melainkan terjebak di tengah kemacetan akibat aksi tersebut. "Kata teman-teman ojol lainnya, korban ini lagi mau nganterin orderan ke rumah warga di kawasan Benhil. 

Mungkin karena dia nggak bisa lewat, akhirnya berhenti di situ dulu dan akhirnya kena mobil itu," ujar saksi mata bernama Abdul (29 tahun), yang saat itu sedang mengendarai motor pulang ke Jakarta Utara.

Dalam video viral yang direkam oleh warga, mobil rantis Brimob terlihat melaju kencang di tengah jalan Bendungan Hilir sambil menyalakan sirine. Kendaraan lapis baja itu berusaha menerobos kerumunan massa untuk memecah konsentrasi demonstran. 

Sejumlah orang berlari menghindar, termasuk Affan yang sedang berjalan kaki setelah memarkir motornya. Namun, Affan tidak sempat menyingkir. Mobil Baracuda tersebut menabraknya dari depan, membuat korban terjatuh ke aspal. 

Kendaraan sempat berhenti beberapa detik, tetapi tiba-tiba melanjutkan lajunya, sehingga ban belakang melindas tubuh Affan. 

Jeritan histeris warga langsung terdengar: "Ya Allah! Keinjek itu, keinjek!" Massa yang menyaksikan kejadian itu langsung marah besar. Mereka mengerubungi mobil rantis, melempar batu dan benda keras, serta berusaha menghalangi agar kendaraan tidak kabur. 

Meski demikian, sopir rantis berhasil melarikan diri menuju arah Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.

Reaksi Publik dan Media Sosial

Rekaman video berdurasi sekitar 30 detik itu dengan cepat menyebar di platform X (sebelumnya Twitter), memicu tagar #PolisiPembunuh dan #Meninggal yang trending secara nasional. 

Ribuan warganet mengecam tindakan polisi, dengan beberapa menyebutnya sebagai "pembunuhan berencana". "Ini bukan pengamanan, tapi teror! Sopir Brimobnya waras gak sih?" tulis salah satu akun di X. Sementara itu, rekan-rekan ojol dari Koalisi Ojol Nasional (KON) langsung bereaksi. 

Ketua Presidium KON, Andi Kristiyanto, mengonfirmasi identitas korban dan menjelaskan kronologi: "Sebetulnya ini kan ada mobil barakuda ini berjalan di tengah dengan kecepatan ini ya. Nah, sepertinya almarhum ini ingin menyeberang dari sebelah kiri ke sebelah kanan, namun terpeleset di tengah." Andi juga memimpin puluhan driver ojol mengejar mobil rantis hingga ke Mako Brimob Kwitang, menuntut pertanggungjawaban. "Mereka mendesak pihak kepolisian, khususnya Brimob, untuk bertanggung jawab atas kejadian ini," tambahnya.

Proses Penanganan Korban

Affan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh warga dan rekan ojol. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di bagian tubuh bawah dan kepala. Jenazah sempat dibawa ke RS Pelni Petamburan sebelum dipindah ke RSCM untuk autopsi. Suasana duka di RSCM viral di media sosial, menunjukkan keluarga Affan yang menembus hujan deras sambil meraung histeris. 

Seorang wanita, diduga ibu korban, terjatuh tak sanggup berdiri sambil berteriak, "Affan! Affan!" Humas URC Bergerak, Erna, mengajak rekan ojol berkumpul di RSCM untuk membantu proses pemakaman: "Untuk teman-teman yang terdekat dengan RSCM, kita merapat, kita bantu untuk proses dari teman kita mitra Go Jek, Affan Kurniawan."

Tanggapan Resmi dan Penyelidikan

Pihak kepolisian langsung merespons cepat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambangi RSCM dan memeluk keluarga korban, menyampaikan permintaan maaf yang mendalam. "Saya sangat menyesali terhadap insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas peristiwa ini," ujar Sigit dalam keterangan tertulis. 

Ia memerintahkan Divisi Propam Mabes Polri dan Propam Brimob untuk mengamankan tujuh anggota polisi yang terkait, termasuk sopir rantis. Identitas mereka telah diungkap, dan proses hukum sedang dilakukan. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga berduka: "Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita... Saya atas nama pimpinan Polda Metro dan atas nama kesatuan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam." Brimob menjanjikan tanggung jawab penuh: "Kami akan bertanggung jawab sepenuhnya," kata Anggota Brimob Jemmy. Kompolnas melalui Choirul Anam mendesak Polda Metro Jaya untuk mengidentifikasi pengemudi, melakukan pemeriksaan, dan menjelaskan kronologi secara utuh.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), sebagai induk usaha Gojek, juga angkat bicara melalui Direktur Public Affairs & Communications Ade Mulya: "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas terjadinya insiden di Pejompongan. 

Affan Kurniawan merupakan Mitra Driver Gojek." GOTO berkomitmen memberikan santunan, fasilitas ambulans, autopsi, dan visum untuk keluarga. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta polisi lebih hati-hati: "Kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut, demikian sementara yang bisa saya sampaikan."

Dampak dan Tuntutan Keadilan

Insiden ini menimbulkan dampak luas. Selain kematian Affan, demo menyebabkan puluhan luka-luka, pembakaran fasilitas umum di Pejompongan, dan penangkapan sejumlah anarko perusuh. Komnas HAM menyatakan akan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan demonstrasi. 

Publik menuntut reformasi pengamanan aksi massa agar tidak lagi mengorbankan warga sipil yang tidak bersalah. Affan, yang dikenal sebagai pemuda pekerja keras, meninggalkan pelajaran pahit tentang risiko pekerjaan sehari-hari di tengah ketegangan sosial. 

Keluarga dan rekan-rekannya berharap keadilan ditegakkan, agar tragedi ini menjadi yang terakhir.

⚠️ Warning.!! Aturan Komentar:
  1. Sopan dan Menghargai – Komentar yang mengandung ujaran kebencian, diskriminasi, atau pelecehan akan dihapus.
  2. Fokus pada Topik – Hindari spam atau komentar yang tidak relevan dengan konten.
  3. Gunakan Bahasa yang Baik – Hindari kata-kata kasar atau tidak pantas.
  4. Tidak Mengiklankan – Komentar yang mengandung promosi pribadi atau iklan akan dihapus.
  5. Patuhi Hukum – Komentar yang melanggar hak cipta atau norma hukum akan ditindak tegas.

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Komentar 0 Facebook Twitter WhatsApp Telegram Copy Link