Ngopi Gaya Sultan, Tapi Nggak Tahu Bedanya Americano, Latte, dan Cappuccino?
“Mbak, saya pesan kopi yang kelihatan mahal tapi harganya tetap dua puluh ribuan, ya.”
Kalimat barusan terdengar familiar? Selamat, berarti kamu adalah bagian dari komunitas pejuang nongki remang-remang—kaum yang ngopi biar kelihatan keren, bukan karena ngerti rasa.
Jangan khawatir, bro. Di sini kita bahas tuntas perbedaan antara Americano, Latte, dan Cappuccino. Biar besok-besok pas nongkrong, kamu nggak cuma duduk doang sambil liatin menu dengan tatapan kosong kayak nyari arti hidup.
Apa Sih Sebenarnya Espresso Itu?
Sebelum bahas tiga minuman andalan kaum ngafe, kita kenalan dulu sama yang jadi dasar semua ini: espresso. Bukan “expresso”, ya. Kalau kamu masih bilang “expresso”, itu tandanya kamu butuh artikel ini lebih dari siapapun.
Espresso itu kopi kental pekat yang dibuat dengan tekanan tinggi. Rasanya pahit, tajam, dan ngasih tamparan keras di pagi hari. Ini bukan kopi sachet yang tinggal sobek dan seduh. Ini kopi yang butuh mesin seharga motor matic dan barista yang mood-nya lagi bagus.
Americano: Si Kopi Tipis-tipis Biar Gaya
Americano itu espresso yang dicampur air panas. Udah. Simpel. Kayak kamu yang pura-pura cuek padahal baperan.
Rasanya? Mirip kopi tubruk, tapi lebih bersih dan tanpa ampas. Cocok buat kamu yang pengen terlihat “deep” sambil ngetik caption galau pakai font italic di Instagram Story.
Saran: Jangan minta gula atau susu ke barista kalau pesan Americano. Nanti kamu dilihatin kayak baru turun dari Mars.
Latte: Si Manis Lembut yang Bikin Kamu Ngerasa Dianggap
Latte = espresso + susu panas + sedikit foam (busa). Kalau kamu tipe yang manis-manis kalem, ini kopi kamu banget.
Latte cocok buat yang belum siap ngadepin realita pahit. Rasanya lembut, creamy, dan aman untuk anak-anak nongkrong yang lebih mikirin estetik feed Instagram dibanding rasa kopinya.
Biasanya disajikan di gelas besar. Biar kamu bisa pegang pakai dua tangan sambil pura-pura mikir masa depan.
Cappuccino: Si Kopi Busa Banyak yang Sok Eksklusif
Cappuccino itu kayak Latte, tapi busanya lebih banyak. Komposisinya biasanya 1/3 espresso, 1/3 susu, 1/3 foam. Ya, kayak hidup kamu yang terbagi antara kerja, drama, dan overthinking.
Foam di atas cappuccino sering dikasih taburan bubuk cokelat biar fancy dikit. Tapi tenang, bro, kamu tetap bisa nikmatin meski dompet tinggal Rp 12.000 (asal temen kamu bayarin).
Sisi baiknya: Kalau kamu nyeruput busanya duluan, kamu bisa ngerasa classy walau habis itu dompet kamu berdebu.
Lho, Terus Flat White Apa? Mocha Gimana?
Aduh bro, sabar. Itu level lanjutan. Flat White itu kayak Latte tapi lebih banyak espresso, lebih kecil gelasnya. Mocha itu Latte yang kecampur cokelat. Intinya, semua balik ke espresso. Jadi kalau kamu udah paham dasar-dasarnya, selebihnya tinggal variasi rasa dan cara penyajian aja.
Ngopi Itu Gaya Hidup, Tapi Jangan Cuma Gaya
Gue ngerti, bro. Nongkrong sambil bawa laptop (walau cuma buat buka Notepad), duduk di pojokan kafe dengan lampu temaram, dan pesen kopi dengan nama-nama asing itu terasa superior. Tapi jangan sampe gaya doang yang naik, otaknya tetep stuck di kopi sachet dua ribuan.
Belajar ngerti rasa kopi itu sama kayak ngerti hubungan. Awalnya pahit, lama-lama nagih. Dan ketika kamu udah bisa bedain Latte sama Cappuccino tanpa liat menu, di situlah kamu sah jadi anak nongkrong yang sesungguhnya.
Tips Nongki Hemat Tapi Nggak Kelihatan Miskin
- Dateng bareng temen, pesen satu kopi buat berdua. Namanya sharing is caring.
- Pakai outfit netral. Biar ngopi kamu kelihatan classy walau minumnya air keran.
- Jangan foto menu. Nanti ketahuan kalau kamu baru pertama kali ngafe.
- Kalo bingung pesen apa, pilih Latte. Itu aman, ramah dompet, dan jarang salah.
Penutup: Jangan Sampai Salah Pesan, Salah Gaya, Salah Dunia
Ngopi boleh gaya, tapi otak jangan kosong. Setelah baca ini, semoga kamu nggak lagi salah sebut “expresso”, dan udah bisa bedain mana yang cocok buat kamu: Americano si pahit dewasa, Latte si manis lembut, atau Cappuccino si busa-busaan dengan rasa penuh gaya.
Yuk, upgrade gaya nongkrong lo — bukan cuma dari outfit, tapi juga dari wawasan. Karena kafe itu bukan panggung sinetron. Jangan cuma akting, bro. Ngertilah dikit soal apa yang lo minum!
Salam ngopi, dari yang juga pernah sok ngarti espresso tapi pesennya es kopi susu gula aren. 😎☕

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.