Gempa Dahsyat Magnitudo 8,7 Guncang Kamchatka, Rusia, Picu Tsunami di Jepang dan Peringatan di Berbagai Negara
Gempa ini memicu gelombang tsunami yang menerjang wilayah Rusia dan memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Jepang, Alaska, Hawaii, dan Indonesia.
Gempa ini merupakan salah satu gempa terkuat yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Detail Gempa Bumi
Menurut laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 19,3 kilometer dengan episentrum terletak sekitar 125-136 kilometer timur-tenggara kota Petropavlovsk-Kamchatsky, ibu kota Semenanjung Kamchatka yang berpenduduk sekitar 165.000 jiwa.
Awalnya, USGS melaporkan magnitudo gempa sebesar 8,0, namun kemudian direvisi menjadi 8,7, menunjukkan kekuatan yang sangat signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia menyatakan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Wilayah Kamchatka terletak di Cincin Api Pasifik, zona seismik yang dikenal sangat aktif secara geologis, sehingga rentan terhadap gempa bumi besar dan letusan gunung berapi.
Dampak Gempa di Rusia
Gempa ini menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah di Semenanjung Kamchatka. Menurut Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, gempa ini adalah "gempa terkuat dalam beberapa dekade terakhir." Laporan awal menyebutkan sebuah taman kanak-kanak mengalami kerusakan, serta beberapa furnitur seperti lemari dan cermin di rumah-rumah warga roboh atau pecah.
Belum ada laporan korban jiwa, namun evakuasi dilakukan di kota-kota kecil seperti Severo-Kurilsk di selatan semenanjung karena ancaman tsunami.
Menteri Regional Situasi Darurat Rusia, Sergei Lebedev, melaporkan bahwa gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter menerjang beberapa bagian Semenanjung Kamchatka. Ia mendesak warga untuk segera menjauh dari garis pantai.
Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa banyak warga di Petropavlovsk-Kamchatsky berlarian ke jalan saat gempa terjadi.
Peringatan Tsunami di Jepang
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik Jepang, mulai dari Hokkaido hingga Kyushu, dengan prediksi gelombang tsunami setinggi hingga 3 meter. Peringatan ini ditingkatkan dari advisory awal, dengan perkiraan gelombang akan mencapai pantai Jepang sekitar pukul 10:00 hingga 11:30 waktu setempat (01:00 GMT).
Stasiun televisi NHK melaporkan bahwa pemerintah Jepang telah mengeluarkan perintah evakuasi di sejumlah wilayah pesisir untuk memastikan keselamatan warga.
Perdana Menteri Jepang menegaskan bahwa upaya tanggap darurat akan mengutamakan keselamatan jiwa manusia.
Seorang seismolog dari Universitas Tokyo, Shinichi Sakai, menyatakan kepada NHK bahwa kedalaman dangkal episentrum gempa meningkatkan potensi tsunami yang signifikan di Jepang.
Gelombang tsunami setinggi 1 kaki (sekitar 30 cm) juga tercatat di Pulau Amchitka, Alaska, menunjukkan dampak gempa yang meluas di wilayah Pasifik.
Peringatan Tsunami di Wilayah Lain
Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk wilayah lain di Samudra Pasifik, termasuk:
- Alaska dan Pantai Barat AS: Otoritas AS melalui Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memperingatkan potensi gelombang tsunami berbahaya di Alaska, Hawaii, dan sebagian Pantai Barat AS.
- Hawaii dan Guam: Peringatan tsunami dikeluarkan untuk wilayah kepulauan AS, Guam, dan pulau-pulau lain di Mikronesia, dengan prediksi gelombang setinggi hingga 3 meter.
- Indonesia: BMKG mengeluarkan status Waspada untuk beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Gorontalo, dengan potensi ketinggian tsunami kurang dari 0,5 meter. Masyarakat diimbau untuk menjauhi pantai dan mengikuti arahan otoritas setempat.
- Filipina dan Taiwan: Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Filipina dan Taiwan, dengan potensi gelombang yang bervariasi.
Gempa Susulan dan Pemantauan
Hingga pukul 08:30 WIB, BMKG mencatat tujuh kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,9 dan terkecil 5,4. Otoritas di berbagai negara terus memantau situasi untuk menilai potensi kerusakan lebih lanjut dan memastikan keselamatan warga.
Sistem Peringatan Tsunami AS dan Badan Meteorologi Jepang terus memperbarui informasi terkait perkembangan gelombang tsunami.
Konteks Geologis
Semenanjung Kamchatka terletak di zona subduksi aktif di Cincin Api Pasifik, di mana lempeng tektonik Pasifik bertemu dengan lempeng Amerika Utara. Wilayah ini memiliki sejarah gempa bumi besar, seperti gempa magnitudo 9,0 pada tahun 1952 yang memicu tsunami setinggi 9,1 meter di Hawaii.
Gempa pada 30 Juli 2025 ini menegaskan bahwa wilayah ini tetap menjadi zona seismik yang sangat aktif.
Imbauan dan Tanggap Darurat
- Rusia: Gubernur Kamchatka dan otoritas setempat meminta warga untuk tetap waspada dan menjauhi wilayah pesisir hingga ancaman tsunami dinyatakan aman.
- Jepang: Pemerintah Jepang memerintahkan evakuasi di wilayah pesisir dan terus memantau situasi melalui JMA dan NHK.
- Indonesia: BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Waspada untuk tetap tenang, menjauhi pantai, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
- AS: Presiden AS Donald Trump mengimbau masyarakat untuk memantau situs tsunami.gov untuk pembaruan terkait ancaman tsunami.
Gempa bumi magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, telah menyebabkan tsunami setinggi 3-4 meter di wilayah setempat dan memicu peringatan tsunami di berbagai negara di kawasan Samudra Pasifik.
Meskipun belum ada laporan korban jiwa, kerusakan fisik telah dilaporkan, dan evakuasi massal sedang dilakukan untuk meminimalkan risiko. Otoritas di Rusia, Jepang, AS, Indonesia, dan negara lain terus berkoordinasi untuk memantau situasi dan memastikan keselamatan warga.
Sumber:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
- US Geological Survey (USGS)
- Reuters, CNN Indonesia, Media Indonesia, Tempo.co, dan sumber berita lainnya
- Postingan di X dari akun resmi seperti @Reuters, @AP, dan lainnya
Catatan: Informasi ini berdasarkan laporan hingga 30 Juli 2025 pukul 18:49 WITA. Situasi dapat berkembang, dan masyarakat diimbau untuk mengikuti pembaruan dari otoritas resmi.

Dengan berkomentar, Anda setuju untuk mematuhi aturan ini.